Tampilkan postingan dengan label Intelektual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intelektual. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2020

King Didier Drogba Dapat Penghargaan Presiden UEFA 2020

 

Didier Drogba 11
Foto : Timnas Pantai Gading 
Didier Drogba 11

Mantan penyerang Chelsea dan Pantai Gading, Didier Drogba (42),dipuji oleh Aleksander ÄŒeferin sebagai “pemimpin dan perintis” dan untuk “komitmennya pada keunggulan di dalam dan di luar lapangan.”

Mantan pemain depan Chelsea Didier Drogba telah dipilih sebagai penerima Penghargaan Presiden UEFA 2020 oleh Aleksander ÄŒeferin yang diumumkan di Jenewa, Swiss, Kamis (1/10/2020).

Beberapa Pencapaian Didier Drogba 11 



Presiden UEFA memilih pemain Pantai Gading karena “komitmennya untuk menjadi yang terbaik baik di dalam maupun di luar lapangan”.

Penghargaan Presiden Uefa ini merupakan pengakuan untuk pencapaian luar biasa, keunggulan profesional, dan kualitas pribadi yang patut dicontoh, dan ÄŒeferin sangat mengagumi keinginan Drogba untuk membantu meningkatkan kehidupan anak-anak di negara berkembang setelah dirinya pensiun sebagai pemain sepak bola.

“Didier adalah pahlawan bagi jutaan penggemar sepak bola atas prestasinya sepanjang karir bermainnya yang gemerlap,” kata Caferin.

“Dia adalah seorang pemimpin – pelopor. Saya akan mengingatnya sebagai pemain karena keterampilan, kekuatan, dan kecerdasannya, tetapi di atas semua itu, karena hasratnya yang tak pernah terpuaskan untuk sukses – suatu sifat yang juga hadir dalam keinginannya untuk membantu orang lain di luar bidang permainan,” kata ÄŒeferin.

“Liga Champions UEFA telah menjadi kompetisi klub terbesar di dunia, sebagian karena klub kami mampu menarik pemain terbaik dari seluruh dunia. Kami beruntung melihat orang-orang seperti George Weah, Samuel Eto’o, dan Didier Drogba bermain di level tertinggi.”

“Mereka, pada gilirannya, telah merintis jejak bagi para pemain Afrika dan telah memberikan inspirasi kepada generasi baru yang ingin mengikuti jejak mereka.”

Didier Drogba dan Samuel Eto'o 


Perjalanan Karier Didier Drogba

Drogba lahir di Abidjan, Pantai Gading pada 11 Maret 1978. Memulai karirnya di Prancis di mana ia bermain untuk Le Mans, Guingamp, dan Marseille. Namun, setelah pindah ke Chelsea, ia mulai memantapkan dirinya sebagai salah satu penyerang terhebat di abad ke-21.

Di Stamford Bridge, Drogba mencetak 164 gol dalam 381 penampilan di semua kompetisi. Gol terpentingnya adalah gol penyeimbangnya di final Liga Champions UEFA 2012 melawan Bayern. Untuk ukuran yang baik, ia mencetak gol pemenang dalam adu penalti berikutnya saat Chelsea memenangkan kompetisi untuk pertama kalinya pada 2011/2012.

Drogba adalah salah satu pesepakbola terhebat yang pernah dihasilkan Pantai Gading. Dia mencetak gol pertama bagi negaranya dalam penampilan perdananya di final Piala Dunia FIFA pada tahun 2006 dan kemudian bermain di dua turnamen selanjutnya.

“Untuk memenangkan Liga Champions, bermain dan mencetak gol untuk negara saya di Piala Dunia – ini adalah hal-hal yang hanya bisa saya impikan ketika saya masih kecil,” kata Drogba, yang tumbuh di tanah airnya dan Prancis.

“Ada begitu banyak anak di negara berkembang yang tidak hanya berpotensi menjadi pesepakbola, tetapi juga dokter, guru, dan insinyur. Inilah mengapa sangat penting untuk membantu dan mendukung anak-anak kita agar mereka dapat mewujudkan impian dan aspirasi mereka,” ujar Drogba mengenai alasan dirinya bekerja untuk kemanusiaan di negerinya.

The Didier Drogba Foundation


Yayasan milik pria berusia 42 tahun itu berupaya melakukan hal ini, dengan memberikan bantuan pendidikan, seperti membangun sekolah, yang pada akhirnya memberikan jalan keluar bagi anak-anak untuk keluar dari kemiskinan.

Dia pensiun sebagai pemain sepakbola pada November 2018, setelah sebelumnya melalangbuana bersama sejumlah kompetisi mulai dari China, Turki, Kanada, dan Amerika Serikat.

Dia kembali menimba ilmu saat ini terdaftar di program Master Eksekutif untuk Pemain Internasional (MIP) UEFA – sebuah langkah yang dia pertimbangkan sebagai kunci untuk memungkinkan transisinya menuju karir pasca-bermain yang sukses.

“Saya telah berpikir, ‘bagaimana saya bisa terus memberikan dampak yang sama tanpa bermain, tanpa menggunakan fisik, kaki, dan hati saya?’ Cara terbaik adalah menggunakan otak saya dan memikirkan tentang bagaimana bertahan di sepak bola dan masuk ke administrasi. Itulah mengapa saya di sini – untuk mendapatkan semua alat dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan diri, tidak hanya sebagai pribadi tetapi sebagai pria ambisius yang ingin berkontribusi pada pengembangan sepak bola,” ujarnya.

Dari memimpin negaranya hingga yang pertama di setiap Piala Dunia, hingga membantu menghentikan perang saudara di tanah airnya, Drogba telah terbukti sebagai pemimpin yang layak, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Didier Drogba Bersama anak-anak Pantai Gading


Saat ia melanjutkan karir pasca sepak bola, komitmennya pada keunggulan akan tetap kuat seperti sebelumnya.

Pemenang sebelumnya dari Penghargaan Presiden UEFA termasuk nama-nama legendaris seperti Sir Bobby Charlton, Eusébio, Raymond Kopa, Johan Cruyff, Francesco Totti, David Beckham, dan Eric Cantona.

King Didier Drogba 11


Sumber : space 


Senin, 14 September 2020

Ini Yang Terjadi Bila OTSUS dan PEMEKARAN Dilanjutkan di PAPUA

Viktor Yeimo
Dok pribadi Tuan Viktor Yeimo  


    Inilah yang akan terjadi bila Otsus dan Pemekaran dilanjutkan di tanah Papua : 

1. West Papua akan menjadi ladang eksploitasi SDA besar-besaran karena Otsus dan Pemekaran akan membuka akses dan memberi jaminan sepenuhnya pada kapitalis asing dan indonesia. Akibatnya, masyarakat adat tergusur, termarjinal, terasing di atas negerinya sendiri. 


2. West Papua akan diduduki dan dikuasai oleh TNI/Polri dari kampung-kampung hingga ke perkotaan (mengikuti wilayah pemekaran) untuk melindungi eksploitasi SDA. TNI/Polri akan menghadapi rakyat Papua yang protes dan melawan atas hak-haknya.


3. Akan ada Migrasi pendatang besar-besaran secara masif menduduki semua wilayah-wilayah pemekaran. Mereka akan dilindungi TNI/Polri untuk menguasai sektor-sektor kehidupan orang Papua. Warga pendatang, para kapitalis, dan militer  yang akan memiliki hak atas tanah air dan SDA di West Papua.


4. Orang Papua akan disedot masuk mengisi birokrasi kolonial di wilayah-wilayah administrasi baru, lalu dibius dalam uang Otsus dan Pemekaran sehingga melumpuhkan kesadaran pada penindasan dan perjuangan. Disinilah kemenangan dan kejayaan kolonialisme dan kapitalisme terjadi.


5. Setelah orang Papua termarginal di segala sisi, kedudukan Politik (Gubernur, Bupati/Walikota, DPRP, DPRD, dan segala unsur kepemimpinan) sudah pasti dimiliki oleh para pendatang yang akan dilindungi BIN dan TNI/Polri. Karena demokrasi akan dimiliki oleh mayoritas pendatang, kapitalis yang dibantu TNI/Polri.


6. Lalu orang Papua akan menjadi bangsa yang hanya duduk meratapi dalam penyesalan akibat penindasan tidak terbendung; yang selanjutnya diwariskan pada anak cucunya kelak bila masih menghuni bumi West Papua. Orang Papua yang tersisa akan dipecah belah dan diadu domba dalam konflik-konflik horizontal.


7. Situasi ini juga akan dialami oleh segelintir oportunis orang Papua yang saat ini getol mendukung Otsus dan Pemekaran di Jakarta. Mereka oportunis ini jugalah yang akan menanggung segala penderitaan yang sedang dan akan terjadi bila Otsus dan Pemekaran dilanjutkan.


Kalau Rakyat Papua menentukan nasib sendiri:


1. Maka akar konflik West Papua versus Indonesia akan teratasi, sehingga kejahatan di bawah kolonialisme, kapitalisme dan militerisme akan berhenti.


2. Orang Papua akan menggenggam hak demokratik penuh diatas tanah airnya sendiri; menentukan arah politik, ekonomi dan sosial/budayanya sendiri, sehingga martabat dan jati dirinya sebagai manusia dan bangsa dihargai.


3. Kemerdekaan politik akan menjamin orang Papua untuk berkembang membangun dirinya, memproteksi tanah air, hutan dan segala isinya dari eksploitasi kapitalis-imperialis; sehingga West Papua tetap menjadi rumah bagi seluruh makhluk hidup yang mendiaminya, dan tetap menjadi paru-paru bumi. 


4. Maka cita-cita pembebasan nasional yang demokratis secara politik, sejahtera secara ekonomi, setara dan adil secara sosial, dan budaya partisipatif yang ilmiah dan kontekstual dapat dicapai; menciptakan West Papua dan dunia tanpa kelas penindas dan tertindas; dengan semangat one people, one soul, one destiny.


Pilihan perjuangan anda hari ini menentukan nasib masa depan anda, keluarga, suku dan bangsamu!


Oleh; Victor Yeimo

Selasa, 21 April 2020

RENUNGKAN : Apakah Ini Yang Terjadi Dibalik COVID19 ?

Ilustrasi Dok: Perampokan Bank


PERAMPOK CERDAS

Perampok berteriak kepada semua orang di bank :
” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”
Semua orang di bank kemudian tiarap.
Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.
Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.

Sabtu, 22 Februari 2020

Novelis Papua, Aprila Wayar Telah Merilis Novel Ke Empatnya


Aprila Wayar
Aprila Wayar (dok lokadata)

Saya pribadi, bangga dengan kaka Aprila Wayar yang telah dinobatkan menjadi novelis pertama prempuan Papua. Beliau, bagi saya adalah seorang figur bagi prempuan Papua lainnya, agar memiliki jiwa membaca dan menulis, minimal menulis status di media sosial dalam beberapa pragraf. 

Selasa, 25 September 2018

Pesan Bupati Paniai Meki Nawipa Kepada Pelajar dan Mahasiswa Meepago Bogor

Perjuangan Hidup
Foto Bersama Bupati Paniai Meki Nawipa dengan peserta MAKRAB 

 Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDODE) kota studi Bogor menggelar malam keakraban (MAKRAB) di Villa Caroline puncak Bogor, 14 hingga 16 september 2018. Yang diketuai oleh Philipus Pigai sebagai ketua panitia MAKRAB dan dibawa naungan badan pengurus Yonas Edowai sebagai wakil ketua IPMANAPANDODE Bogor.

Rabu, 30 Mei 2018

BERNARD RUMPEDAI MEMIMPIN GMKI CABANG BOGOR

Perjuangan Hidup
Foto bersama PPGMKI, Ketum Demisioner
dan ketua baru Bernar Rumpedai serta
teman IMAPA Bogor. 
Hari ini, selasa 29 Mei 2018 telah dilantik ketua baru Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Bogor Sdr.Bernard Rumpedai. Kegiatan dimulai pukul 16.00 waktu Bogor. Berjalan sesuai dengan kebiasaan organisasi dalam ruang rapat Gedung Balai Kota, kota Bogor.

Kegiatan pelantikan ini dilaksanakan oleh panitia pelaksana pelantikan ketua GMKI baru. Sebelum melakukan kegiatan ini terlebih dahulu diadakan kegiatan pemilihan ketua dari salah satu Villa di puncak Bogor. Kemudian dilanjutkan dengan acara pelantikan.

Senin, 07 Mei 2018

KETUA IPMANAPANDODE BOGOR PERIODE 2018-2020 TELAH TERPILIH

Perjuangan Hidup
Para Calon Ketua IPMANAPANDODE Bogor
Dengan diadakannya Musyawara Besar (MUBES) Ikatan Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDODE) Bogor, pada jumat 4 Mei hingga sabtu 6 Mei 2018 di Wisma Saung Wira Ciawi, Bogor, maka berakhirlah masa jabatan badan pengurus lama yang diketuai oleh Sdr.Frans Goo.

IPMANAPANDODE BOGOR MENGGELAR MUBES

Perjuangan Hidup
Logo IPMANAPANDODE Bogor
 Dengan berakhirnya masa jabatan kepengurusan dari ikatan pelajar dan mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai  Deiyai (IPMANAPANDODE) Bogor, maka dilaksanakannya Musyawara Besar (MUBES) guna merangkum kembali Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta membentuk badan kepengurusan baru dalam organisasi.

Jumat, 27 April 2018

AMP Bogor Memperingati 34 Tahun Kematian Arnold Clemens Ap (Bagian II)

Perjuangan Hidup
Arnold C. Ap
 Sekitar pukul 16.00 panggung mambesak telah tersedia rapih di gedung Asrama Mahasiswa Papua kamasan IV Bogor, Jawa Barat. Oleh tim yang akan menyelenggarakan kegiatan ini mereka telah mempersiapkan semua materil yang akan di pakai saat acara berlanssung.

Mahasiswa dan masyarakat Papua yang ada di Jawa Barat mulai berdatangan awal pukul 16.00 hingga memenuhi komplek gedung Asrama. Mereka berasal dari Jakarta, Bandung dan Bogor sendiri sebagai tuan rumah, yang menyediakan tempat materil maupun moril saat itu untuk meramaikan acara ini.

Dalam rangkaian acara panggung mambesak ini mereka membawakan berbagai macam karya seni, baik puisi, orasi politik, vokal grup, solo, dan cerita rakyat dengan lagu berbahasa daerah mereka disana.

Kamis, 26 April 2018

AMP Bogor Memperingati 34 Tahun Kematian Arnold Clemens Ap (Bagian I)

 Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak...waa..waa..waa..waaa!

Perjuangan Hidup
Undangan Acara
 Gerakan kebangkitan Seni dan Budaya Papua Barat yang di pelopori oleh Arnol Clemens Ap, Sam Kapisa dan kawankawan mahasiswa uncen di Jayapura. Gerakan mahasiswa yang bergerak di seni dan budaya ini lahir pada tahun 1972 yang dimulai dari gereja-geraja, panggung hingga terakhir di RRI nusantara lima Jayapura.

Gerakan ini tumbuh dan berkembang, yang kemudian pada tanggal 15 Agustus 1978 menjadikan hari jadi mambesak. Musik ini oleh Arnold C. Ap,Sam Kapisa dan kawan kawanNya mereka menamaiNya Mambesak, tujuannya adalah untuk menghibur hati masyarakat Papua yang sedang di intimidasi, di aniaya, di perkosa dan di bunuh di atas tanahNya Sendiri.

Gerakan Mambesak memberikan inspirasi yang kuat dan membangkitkan nasionalisme bangsa Papua, sehingga perlawananpun semakin lama mulai mengguat di daerah-daerah Papua lainNya. Namun sayang, pemerintah Indonesia menganggapnya gerakan ini sangat berbahaya sehingga mereka menangkap Arnol C. Ap dan ditahan sejak bulan November 1983 dia dituduh sebagai OPM kota yang ikut berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan Papua.

Karena tuduhan tersebut, akhirnya Arnold Ap dibunuh oleh Pemerintah Indonesia melalui Kopassandha (kini Kopassus) dan mayatnya ditemukan pada tanggal 26 April 1984 di Pantai Base G, Jayapura.

Kamis, 19 April 2018

Penembakan Warga Sipil di Dogiyai Papua, AMP Bogor Gelar Aksi Damai


Perjuangan Hidup
AMP Bogor
Masyarakat Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua di Bogor, melakukan aksi damai di jantung kota Bogor. Kamis 19 April 2018, Pukul 09.00 waktu setempat, belasan mahasiswa Papua tengah berkumpul di depan pintu III istana presiden dengan membentangkan banner bertuliskan ‘militerisme adalah pelaku utama pelanggaran HAM  di Dogiyai dan Papua’.

Mereka mulai melakukan long marc dari pintu III istana kepresidenan kebun raya Bogor. Pada pertengahan long marc gabungan polisi dan TNI setempat menghadang masa aksi yang terdiri dari kira-kira 17 orang. Penghadangan keras karena long marc ke tugu Kujang itu berlawanan arah dan sempat terhenti sambil baku dorong antara kedua pihak. 

Rabu, 11 April 2018

AMP KK Bogor ; Tina You Ketua Terpilih


Aliansi Mahasiswa Papua komite Kota Bogor menggelar pemilihan pengurus baru, di kontrakan IPMAPERA I, Jln.Sempur, Selasa (10/4/2018). Pergantian pengurus baru Komite Kota Bogor karena berakhirnya masa kepemimpinan Camrade Desman Waker (Ketua ) dan Palentinus Tekege (Sekjend).
 Pemilihan dilakukan secara voting dan Tina You (ketua), Yulius Dai Lani sebagai (Sekertaris) Benny Wenda (Bendahara) terpilih sebagai Pengurus AMP Bogor selama 2 tahun ke depan.

Sabtu, 11 Maret 2017

BPH IMAPA BOGOR ADAKAN DUA KEGIATAN DI CIAPUS, PUNCAK BOGOR

Perjuangan Hidup
Anggota IMAPA Bogor saat pembacaan LPJ
(Dokumentasi pribadi) 
Sesuai dengan tradisi organisasi Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bogor bahwa akan diadakan malam keakraban bagi mahasiswa baru yang datang ke kota studi Bogor. Berhubung dengan kegiatan ini badan pengurus sebelumnya mengadakan rapat untuk membicarakan bagaimana caranya mengumpulkan anggota untuk pembentukan panitia makrab.

Selasa, 06 Desember 2016

GERVASIUS KOTOUKI Perintis Agama di Mee Pago dan La Pago Tutup Usia

Kini sekarang kita hanya boleh mengenang jazah para pejuang dan perintis para misionaris pembawa agama, pendidikan dan obat-obatan. Karena kita katakan pembawa agama saja berarti kurang lengkap ceritanya.

Para misionaris dari Belanda, Jerman dan negara lainnya yang datang di pulau cendrawasih, awalnya mereka hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan masyarakat setempat. Hingga lambat laun kedua belah pihak mempelajari bahasa setempat dan bahasa yang datang dari daerah asing.

Translate

Pengikut Web Ini

Popular Posts