Kamis, 19 April 2018

Penembakan Warga Sipil di Dogiyai Papua, AMP Bogor Gelar Aksi Damai


Perjuangan Hidup
AMP Bogor
Masyarakat Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua di Bogor, melakukan aksi damai di jantung kota Bogor. Kamis 19 April 2018, Pukul 09.00 waktu setempat, belasan mahasiswa Papua tengah berkumpul di depan pintu III istana presiden dengan membentangkan banner bertuliskan ‘militerisme adalah pelaku utama pelanggaran HAM  di Dogiyai dan Papua’.

Mereka mulai melakukan long marc dari pintu III istana kepresidenan kebun raya Bogor. Pada pertengahan long marc gabungan polisi dan TNI setempat menghadang masa aksi yang terdiri dari kira-kira 17 orang. Penghadangan keras karena long marc ke tugu Kujang itu berlawanan arah dan sempat terhenti sambil baku dorong antara kedua pihak. 


Namun masa aksi bersi keras untuk tetap mau melanjutkan perjalanannya hingga di titik nol, akhirnya gabungan polisi dan TNI kembali membuka jalan dan mengamankan kendaraan yang saat itu macet parah. Hingga di titik nol, depan Tugu Kujang mereka mulai berorasi.

Dalam orasinya Y. Kotouki dengan nada yang tegas mengatakan bahwa ‘Indonesia adalah negara demokrasi tapi nyatanya demokrasi itu sudah mati di Indonesia. Tidak ada keadilan sosial bagi rakyat indonesia. Keberadaan NKRI di tanah Papua adalah ilegal, tutupnya.

Juga oleh F.Goo menambahkan ‘militerisme pelaku HAM berat di Dogiyai dan Papua karena keberadaan mereka hanya mau memburu dan menembak mati orang Papua. Mereka tidak pantas hidup di bumi Papua. A. Kotouki menambahkan ‘Jokowi ke Papua hanya mau bore hasil kekayaan bumi Papua dengan membelakangi hak asasi manusia Papua. Indonesia stop omongkosong di Papua, tandasnya.

Orasi diakhiri dengan membacakan tuntutan aksi yang mencakup penembakan sengaja oleh militer di kabupaten Dogiyai, usut tuntas pelanggaran HAM di Papua oleh pihak yang berwenang dan bupati setempat bertanggung jawab sesuai janjinya serta menarik perusahan asing yang ada di bumi Papua.  

Sekitar pukul 12.30 masa berbagi minuman dan mulai bersantai, kemudian meninggalkan tempat aksi dengan damai.

*) Natalis 

Malanesian Island Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar sesuai dengan kutipan diatas menurut pemahaman anda, harap komentar yang membangun dan bermanfaat.

Translate

Pengikut Web Ini

Popular Posts