Senin, 14 September 2020

Ini Yang Terjadi Bila OTSUS dan PEMEKARAN Dilanjutkan di PAPUA

Viktor Yeimo
Dok pribadi Tuan Viktor Yeimo  


    Inilah yang akan terjadi bila Otsus dan Pemekaran dilanjutkan di tanah Papua : 

1. West Papua akan menjadi ladang eksploitasi SDA besar-besaran karena Otsus dan Pemekaran akan membuka akses dan memberi jaminan sepenuhnya pada kapitalis asing dan indonesia. Akibatnya, masyarakat adat tergusur, termarjinal, terasing di atas negerinya sendiri. 


2. West Papua akan diduduki dan dikuasai oleh TNI/Polri dari kampung-kampung hingga ke perkotaan (mengikuti wilayah pemekaran) untuk melindungi eksploitasi SDA. TNI/Polri akan menghadapi rakyat Papua yang protes dan melawan atas hak-haknya.


3. Akan ada Migrasi pendatang besar-besaran secara masif menduduki semua wilayah-wilayah pemekaran. Mereka akan dilindungi TNI/Polri untuk menguasai sektor-sektor kehidupan orang Papua. Warga pendatang, para kapitalis, dan militer  yang akan memiliki hak atas tanah air dan SDA di West Papua.


4. Orang Papua akan disedot masuk mengisi birokrasi kolonial di wilayah-wilayah administrasi baru, lalu dibius dalam uang Otsus dan Pemekaran sehingga melumpuhkan kesadaran pada penindasan dan perjuangan. Disinilah kemenangan dan kejayaan kolonialisme dan kapitalisme terjadi.


5. Setelah orang Papua termarginal di segala sisi, kedudukan Politik (Gubernur, Bupati/Walikota, DPRP, DPRD, dan segala unsur kepemimpinan) sudah pasti dimiliki oleh para pendatang yang akan dilindungi BIN dan TNI/Polri. Karena demokrasi akan dimiliki oleh mayoritas pendatang, kapitalis yang dibantu TNI/Polri.


6. Lalu orang Papua akan menjadi bangsa yang hanya duduk meratapi dalam penyesalan akibat penindasan tidak terbendung; yang selanjutnya diwariskan pada anak cucunya kelak bila masih menghuni bumi West Papua. Orang Papua yang tersisa akan dipecah belah dan diadu domba dalam konflik-konflik horizontal.


7. Situasi ini juga akan dialami oleh segelintir oportunis orang Papua yang saat ini getol mendukung Otsus dan Pemekaran di Jakarta. Mereka oportunis ini jugalah yang akan menanggung segala penderitaan yang sedang dan akan terjadi bila Otsus dan Pemekaran dilanjutkan.


Kalau Rakyat Papua menentukan nasib sendiri:


1. Maka akar konflik West Papua versus Indonesia akan teratasi, sehingga kejahatan di bawah kolonialisme, kapitalisme dan militerisme akan berhenti.


2. Orang Papua akan menggenggam hak demokratik penuh diatas tanah airnya sendiri; menentukan arah politik, ekonomi dan sosial/budayanya sendiri, sehingga martabat dan jati dirinya sebagai manusia dan bangsa dihargai.


3. Kemerdekaan politik akan menjamin orang Papua untuk berkembang membangun dirinya, memproteksi tanah air, hutan dan segala isinya dari eksploitasi kapitalis-imperialis; sehingga West Papua tetap menjadi rumah bagi seluruh makhluk hidup yang mendiaminya, dan tetap menjadi paru-paru bumi. 


4. Maka cita-cita pembebasan nasional yang demokratis secara politik, sejahtera secara ekonomi, setara dan adil secara sosial, dan budaya partisipatif yang ilmiah dan kontekstual dapat dicapai; menciptakan West Papua dan dunia tanpa kelas penindas dan tertindas; dengan semangat one people, one soul, one destiny.


Pilihan perjuangan anda hari ini menentukan nasib masa depan anda, keluarga, suku dan bangsamu!


Oleh; Victor Yeimo

Jumat, 24 April 2020

Adakah Perjuangan Yang Keras dan Berbuah Kosong ?

www.mapiha092.blogspot.com
Sunset Karikatur
 Halo, teman - teman sekalian.
 Saya jamin bahwa ketika melihat judul dari cerpen ini kalian dengan tegas mengatakan bahwa ‘tidak’. Ini adalah jawaban yang tepat bagi orang yang tidak mau disebut ateis. Karena iman kalian kepada sang khalik bahwa akan memberi kalian buah dari perjuangan itu.

Selasa, 21 April 2020

RENUNGKAN : Apakah Ini Yang Terjadi Dibalik COVID19 ?

Ilustrasi Dok: Perampokan Bank


PERAMPOK CERDAS

Perampok berteriak kepada semua orang di bank :
” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda ..”
Semua orang di bank kemudian tiarap.
Hal ini disebut “Mind changing concept – merubah cara berpikir“.
Semua orang berhasil merubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.

Jumat, 10 April 2020

Sabtu, 22 Februari 2020

Novelis Papua, Aprila Wayar Telah Merilis Novel Ke Empatnya


Aprila Wayar
Aprila Wayar (dok lokadata)

Saya pribadi, bangga dengan kaka Aprila Wayar yang telah dinobatkan menjadi novelis pertama prempuan Papua. Beliau, bagi saya adalah seorang figur bagi prempuan Papua lainnya, agar memiliki jiwa membaca dan menulis, minimal menulis status di media sosial dalam beberapa pragraf. 

Jumat, 21 Februari 2020

Sabtu, 30 Maret 2019

Rabu, 06 Maret 2019

RABU ABU : Saat Istimewa Kembali Pada Tuhan


https://mapiha092.blogspot.com/
Karikatur Tanda Salib oleh abu

Rabu 6 Maret 2019
 Hari ini seluruh Gereja universal memulai masa Prapaskah yang ditandai dengan pembagian abu di dahi kita. Abu ingin mengingatkan bahwa kita hanyalah debu dan abu belaka di hadapan DIA yang sangat berkuasa atas hidup kita. Karena itu sudah selayaknya selama empat puluh hari ini kita mengadakan Retret Agung untuk bertobat dari segala kebiasaan dan kondisi dosa kita. Gereja dalam Konstitusi Liturgi menetapkan masa Prapaskah mempunyai ciri khas, yaitu mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan dan membina tobat.

Translate

Pengikut Web Ini

Popular Posts